Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, telah mengumumkan langkah-langkah strategis untuk menangani permasalahan sampah di daerahnya. Dalam periode 14 hari ke depan, sampah dari Tangerang Selatan akan dibuang ke lokasi di Cileungsi, Kabupaten Bogor, sebagai bagian dari langkah tanggap darurat.
Proses ini diambil sambil menunggu aktivitas di Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Cilowong, yang terletak di Kota Serang. Pemkot berkomitmen untuk mengatasi masalah ini secara berkesinambungan tanpa mengganggu aktifitas masyarakat sehari-hari.
Menurut informasi yang disampaikan oleh Wali Kota, sebanyak 200 ton sampah akan dibuang ke Cileungsi setiap harinya. Kabupaten Bogor terpilih karena adanya fasilitas pabrik kertas di sana yang dapat memproses jenis sampah tersebut dengan lebih efisien.
Pembuangan sampah ke Cileungsi dianggap sebagai solusi jangka pendek. Hal ini diharapkan dapat mengurangi penumpukan sampah di pasar-pasar tradisional dan jalan-jalan utama yang sering menjadi fokus perhatian masyarakat.
Pemkot juga telah menyiapkan 27 unit armada truk angkutan sampah baru, sehingga total armada yang siap beroperasi berjumlah 40 unit. Dengan kekuatan armada ini, diharapkan pelayanan pengangkutan sampah dapat berjalan lebih baik selama masa tanggap darurat.
Langkah Strategis dalam Penanganan Sampah di Tangerang Selatan
Benyamin Davnie menegaskan pentingnya koordinasi antara semua pihak untuk mengatasi masalah sampah ini. Semua jajaran di pemkot diinstruksikan untuk bergerak cepat dan terkoordinasi dalam menangani masalah tersebut.
Penanganan titik-titik kritis dan pengaturan ritase armada merupakan bagian dari strategi yang diterapkan. Dengan langkah ini, diharapkan pengelolaan sampah di tingkat hulu dapat lebih baik dan lebih efektif.
Menurut Wali Kota, banyak masyarakat di sekitar Kecamatan Taktakan yang memberikan masukan dan usulan terkait pengelolaan sampah. Masyarakat diharapkan dapat terlibat aktif dalam solusi ini, mengingat kendala teknis di lokasi mitra harus bisa diatasi dengan baik.
Penghentian sementara pengiriman sampah ke Cilowong dimaksudkan untuk memastikan kelancaran proses pengelolaan. Bagi Benyamin, spesifikasi truk angkutan yang telah disewa juga menjadi prioritas, karena armada dilengkapi dengan bak penampungan air lindi yang dapat mencegah pencemaran selama perjalanan ke lokasi pembuangan.
Pembersihan Tumpukan Sampah yang Menggunung di Pasar Tradisional
Sementara itu, proses pembersihan sampah yang menggunung di berbagai titik, terutama di pasar-pasar tradisional, telah dimulai. Pemberlakuan status tanggap darurat sampah di Kota Tangerang Selatan diperpanjang hingga 19 Januari 2026, dan pemkot berfokus tidak hanya pada pengangkutan, tetapi juga pada pengawasan pembuangan sampah.
Di Pasar Cimanggis dan Ciputat, pembersihan dilakukan secara bertahap. Petugas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tangsel telah dilibatkan dalam proses pengangkutan yang dimulai pada malam hari untuk meminimalkan gangguan pada aktivitas perdagangan selama siang hari.
Camat Ciputat, Mamat, menjelaskan bahwa pengangkutan sampah dilakukan dengan lebih dari 27 kendaraan setiap malam. Hal ini menunjukkan upaya maksimal dari Pemerintah Kota untuk mengedukasi masyarakat dan mengurangi kebiasaan membuang sampah sembarangan.
Masyarakat saat ini mulai disadarkan bahwa pasar bukanlah tempat pembuangan sampah. Upaya edukasi ini diharapkan dapat menanggulangi penumpukan yang terjadi dari kebiasaan buruk warga yang sering membuang sampah di area pasar.
Keterlibatan Masyarakat dalam Pengelolaan Sampah
Pemerintah Kota Tangerang Selatan juga menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam pengelolaan sampah. Edukasi tentang memilah sampah dari sumbernya menjadi salah satu fokus utama dalam program ini, agar masyarakat bisa memahami pentingnya pembuangan sampah yang baik dan benar.
Sosialisasi dilakukan agar semua individu dapat memilah antara sampah organik dan anorganik. Dengan cara ini, diharapkan pengelolaan limbah di tingkat rumah tangga dapat memperbaiki kualitas lingkungan sekitarnya.
Masyarakat yang aktif berpartisipasi juga dapat membantu mengurangi volume sampah yang harus diangkut ke tempat pembuangan akhir. Ini adalah salah satu langkah konkret untuk menjadikan lingkungan hidup di Tangerang Selatan lebih bersih dan nyaman.
Strategi pengurangan sampah ini menjadi tantangan tersendiri, namun Pemerintah Kota optimis dengan melibatkan warga, akan ada perubahan signifikan dalam waktu yang tidak terlalu lama. Kesadaran ini akan membawa dampak positif bagi kesehatan masyarakat dan kualitas lingkungan.
